Drone Inil Dipakai Untuk Sebar Pil Aborsi

Penggunaan drone tak sebatas di ranah teknologi, perangkat ini mulai menjamah sektor kesehatan. Setidaknya itulah yang terjadi di Jerman, kelompok aktivis wanita di negara ini menggunakan drone untuk mengirimkan pil aborsi demi menangani masalah reproduksi.

Drone Kamera Udara

Meski jadi benua yang negara-negaranya kerap jadi patokan masalah kesehatan reproduksi, nyatanya Eropa masih menyisakan dilema soal aborsi. Kegiatan ini sejatinya memang dilarang, tapi atas alasan tertentu aborsi dibolehkan demi menyelamatkan nyawa. Misalnya bila janin yang dikandung berisiko membahayakan si calon ibu, korban perkosaan, atau putusan pengadilan.

Tapi tak demikian dengan di Polandia, aktivitas aborsi sangat dibatasi secara hukum. Kelompok aktivis Women on Waves di Jerman mengganggap aturan itu sebagai pelanggaran terhadap hak azasi perempuan.

“Wanita di Polandia tidak memiliki akses ke aborsi yang aman. Ini secara hukum dibatasi, dan ini menyebabkan banyak ketidakadilan sosial bagi banyak wanita. Ini benar-benar tentang hak-hak perempuan yang mendasar,” ujar Rebecca Gomperts, Direktur Women on Waves, seperti detikINET kutip dari Digital Trends.

Women on Waves lantas melakukan tindakan atas aturan yang dianggap diskriminatif itu. Menggunakan drone, organisasi ini mengirimkan pil aborsi ke wanita-wanita Polandia. Tak ada informasi soal dimana drone tersebut mendarat, dan siapa yang akan menerimanya. Tapi pastinya drone ini diterbangkan langsung dari Jerman menuju Polandia.

Drone ini membawa sekitar 5 kg pil aborsi. Meski lintas negara, Women on Waves mengatakan drone ini tak perlu meminta izin otorisasi penerbangan untuk melintasi wilayah udara Jerman dan Polandia, termasuk juga tak perlu izin ke pemerintah keduanya. Mungkin karena drone tersebut terbang rendah sehingga tak akan mengganggu jalur penerbangan.

“Kami ingin menciptakan kesadaran tentang hak perempuan untuk aborsi yang aman. Penggunaan drone adalah cara untuk menarik perhatian terhadap ketidakadilan sosial bagi wanita yang tinggal di tempat-tempat di mana aborsi dibatasi dengan sangat ketat,” pungkas Gomperts.

sumber: detik.com

20 Drone Camera Pantau Titik Kemacetan di Polda Jatim

Drone Camera Polisi

Polda Jatim menyiagakan 20 drone camera untuk memantau dan membantu mengurai kemacetan saat arus mudik lebaran tahun ini.

“Ada 20 drone yang sudah kami siapkan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Verdianto.

Drone Camera Polisi

Verdianto menerangkan, drone camera tersebut disiagakan di titik rawan kemacetan. Seperti di Jalan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik, Pasar Babat Lamongan, Mengkreng persimpangan dari Jombang menuju ke Nganjuk dan Kediri dan beberapa titik rawan kemacetan lainnya.

“Seperti di Pasar Babat ini menjadi salah satu titik perhatian utama kita. Karena merupakan arus masuk dari Jombang, Tuban, Lamongan dan Bojonegoro,” ujarnya.

“Drone ini untuk memantau titik kemacetan dan membantu petugas yang ada di lokasi untuk mengurai kemacetan dan merekayasa arus lalu lintas,” tandasnya.

sumber: detik.com

Seorang Wanita Pingsan di Timpa Drone

Drone

Drone alias wahana terbang tanpa awak yang biasanya dikendalikan remote kontrol, belakangan makin banyak lalu lalang. Nahas bagi wanita ini, sebuah drone jatuh tanpa permisi dan menimpanya, sehingga ia jatuh pingsan.

Peristiwa ini terjadi di Seattle, Washington. Korban sedang melihat parade ketika sebuah drone tiba-tiba menabrak gedung, kemudian jatuh menimpa kepalanya.

Drone

Pacarnya yang sigap memegang badan korban. Tapi ia sudah dalam keadaan pingsan sehingga menimbulkan kepanikan. Kemudian, korban yang tak disebut namanya ini dilarikan ke rumah sakit.

Drone yang jatuh diestimasi berharga USD 1.200 dengan berat sekitar 1 kilogram. Polisi pun memburu pemiliknya yang akhirnya menyerahkan diri. Belum jelas apa yang akan dilakukan polisi pada sang empunya drone.

Kasus ini, menurut Profesor David Dunn dari University of Birmingham cukup mengkhawatirkan. Soalnya, popularitas drone yang semakin tinggi tidak diimbangi dengan regulasi dan edukasi untuk mengoperasikannya dengan aman.

Sampai saat ini, sudah ada beberapa kasus kecelakaan akibat drone. Bulan lalu, penyanyi Enrique Iglesias terluka tangannya cukup parah karena kena baling-baling drone berkamera yang mengabadikan aksinya.

sumber: detik.com