Keren Gan! Drone Ini Dapat Terbang dan Berenang

Naviator

NaviatorSelama ini banyak orang yang beranggapan jika drone hanya dapat terbang di udara. Namun, dalam waktu dekat ini sepertinya drone juga dapat digunakan untuk berenang di dalam air, untuk membantu misi penyelamatan atau menemukan ranjau yang terdapat di dalam air.

The Rutgers University drone, baru-baru ini menerima hibah dari Office of Naval Research sebesar 618 ribu dolar untuk mengembangkan sebuah drone yang diklaim mampu berenang di dalam air. Drone tersebut dijuluki ‘Naviator’.

Drone ini nantinya juga akan dimanfaatkan untuk memantau penyebaran tumpahan minyak di lautan. Pengembang drone ini mengatakan, drone akan siap untuk dilakukan uji berenang di dalam air laut pada musim panas mendatang.

Pencipta Naviator, Javier Diez mengatakan, aplikasi yang paling penting memungkinkan drone tersebut melakukan misi dalam menemukan tambang bawah air maupun mencari korban kecelakaan yang hilang di laut. Selain itu, drone ini juga akan sangat membantu militer Angkatan Laut.

Javier juga merupakan seorang profesor di Departemen Teknik Mesin dan Dirgantara. Ia telah telah bertahun-tahun mengembangkan konsep dengan bantuan sarjana dan mahasiswa. Konsep dari drone ini terinspirasi dari keterampilan beberapa hewan yang mampu terbang dan berenang.

“Unggas air masih lebih baik terbang dari berenang dan ikan terbang masih lebih baik di kolam daripada terbang. Perangkat kami mahir dua-duanya,” tambah Javier.

sumber: liputan6.com

Inilah Drone Ini Mampu “Terbang” di Dalam Air

Drone Trident buatan OpenROV

Drone Trident buatan OpenROV Istilah drone biasanya mengacu pada pesawat tanpa awak yang terbang di udara. Tapi drone buatan OpenRov ini berbeda karena dia justru “terbang” di bawah permukaan laut.

OpenROV menyebut drone buatan mereka sebagai Trident, sesuai nama trisula senjata dewa laut Poseidon dalam mitologi Yunani. Kemampuannya layaknya sebuah drone, yaitu bisa dikendalikan, memiliki kamera untuk merekam sekelilingnya dan sanggup melakukan manuver-manuver tertentu.

Trident dibuat dengan tubuh yang ringan dengan panel samping berlapis karet, sebagai perlindungan dari berbagai benda yang bisa membenturnya saat berada di bawah air. Selain itu ukurannya tergolong kecil dan bisa diselipkan dalam tas punggung atau sekadar ditaruh di bawah kursi pesawat.

Namun Trident tidak terbang di udara. OpenROV membuatnya sebagai alat penjelajah dunia bawah air, seperti sungai atau laut, dengan batas maksimal kedalaman 100 meter. Kamera yang disematkan di moncong depan drone ini mampu mentransmisikan video pandangannya ke pengamat yang ada di permukaan.

Drone ini juga dilengkapi dengan sebuah kabel tipis yang berguna untuk mengirimkan transmisi video serta berbagai perintah dari pengendali yang ada di permukaan. Kabel tipis tersebut terhubung dengan sebuah alat pemancar WiFi yang mengambang di permukaan air, bukan terhubung langsung ke pilot drone.

OpenROV Trident saat melayang di dalam air“Trident memiliki desain unik, kombinasi dari fleksibilitas dan kemudahan kendali sebuah Remotely Operated Vehicle (ROV) dan efisiensi sebuah Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Dia dapat “terbang” dalam sebuah garis lurus dan panjang yang disebut transect, juga bisa melakukan manuver rumit saat ruang geraknya sempit,” tulis OpenROV dalam deskripsinya di situs Kickstarter.

Ya, OpenROV memang memajang proyek mereka di halaman situs penggalangan dana tersebut. Pantauan Nextren, pihak pembuatnya memasang target 50 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 721 juta untuk proyek ini.

Saat ini target tersebut sudah tercapai, bahkan jauh terlampaui. Tercatat ada 439 orang penyokong dengan total dana terkumpul mencapai 297.542 dollar AS atau sekitar Rp 4,2 miliar.

Dalam situs Kickstarter tersebut, Trident dibanderol dengan harga khusus mulai dari 599 dollar AS atau sekitar Rp 8,6 juta. Sedangkan harga retailnya nanti diperkirakan sebesar 1.199 dollar AS atau sekitar Rp 17,2 juta.

sumber: kompas.com