Main Pokemon Go Pakai Drone Kreatif atau Curang?

Main Pokemon Go Pakai Drone

Main Pokemon Go Pakai DroneUdara – Publik kini tengah dibuat heboh dengan kehadiran Pokemon Go. Ya, gim besutan Niantic Labs ini menawarkan pengalaman seru yang mengharuskan pemainnya berjalan untuk tangkap-menangkap monster yang ada di lokasi terdekat.

Namun ada-ada saja kelakuan orang saat menangkap monster di gim Pokemon Go. Nyatanya, masih banyak gamer yang ‘menghalalkan’ segala cara demi mendapatkan monster unik dan langka.

Contohnya saja pria ini. Ia ketahuan bermain Pokemon Go menggunakan drone. Bagaimana bisa?

Seperti dilansir Ubergizmo, pria tersebut mengunggah ‘peralatan perang’ miliknya saat ia hendak menangkap monster Pokemon di jejaring sosial Reddit.

Sontak, pria yang memiliki username ‘hyperion995’ ini pun dituduh berbuat curang oleh pemain Pokemon Go lainnya.

“Seharusnya ia bermain fair. Pokemon Go kan mengharuskan kita menangkap monster di mana kita mengeksplorasi tempat dengan berjalan kaki. Bukan dengan menggunakan drone!” tulis salah seorang pengguna Reddit yang geram.

Meski tidak mengungkap cara menangkap monster Pokemon lewat drone, para pengguna lain berasumsi bahwa pria ini menempelkan smartphone-nya di droneDJIPhantom dan membuat layar smartphone-nya terhubung ke laptop dengan aplikasi yang bernama AirDroid.

“Kreatif atau curang? Saya pun kalau punya drone juga ingin seperti dia. Bisa dapat monster banyak lho dalam waktu satu hari,” timpal pengguna Reddit lainnya.

Pokemon Go sendiri baru saja dirilis dalam waktu sepekan. Peluncuran globalnya pun belum diresmikan hingga berita ini diturunkan.

Yang pasti, gim monster menggemaskan sudah mencuri banyak hati penggemarnya. Buktinya, Pokemon Go telah diunduh sebanyak 5,6 persen pada perangkat Android di Amerika Serikat, melangkahi jumlah unduhan aplikasi Twitter dan Tinder.

Baca juga

  1. Fungsi dan Cara Menggunakan Stardust di Pokemon Go
  2. Inilah Panduan Lengkap Cara Bermain Pokemon Go

sumber: liputan6.com

Save

Inilah Drone Perdana Buatan Xiaomi

Drone Xiaomi

Drone XiaomiSeperti yang diwartakan sebelumnya, Xiaomi disebut akan segera meluncurkan drone pertama besutannya yang diberi nama Mi Drone. Akhirnya, perusahaan asal Tiongkok tersebut resmi memperkenalkan drone pada publik beberapa waktu lalu.

Xiaomi Mi Drone merupakan qudcopter yang dilengkapi tiga sumbu, kamera 4K, dan kontroler yang dapat dilengkapi dengan smartphone Xiaomi sebagai pencari gambar.

Sama seperti produk besutan Xiaomi lainnya, pesawat nirawak ini juga dibanderol dengan harga terjangkau.

Dilansir laman The Verge, drone dengan dukungan perekaman video 4K ini memiliki harga 2.999 yuan (Rp 6,2 juta), sementara drone versi 1080 p dihargai 2.499 yuan (Rp 5,18 juta).

Drone besutan Xiaomi tersebut juga memiliki keuntungan dari sisi kemudahan modul, sebab beberapa modul di Mi Drone dapat dilepas-pasang. Kamera dan baling-baling merupakan contoh modul drone yang mudah diganti.

Mi Drone dipersenjatai baterai berkapasitas 5.100mAh yang juga dapat dilepas. Xiaomi mengklaim, kapasitas tersebut dapat membawa Mi Drone terbang selama 27 menit dalam sekali pengisian.

Drone ini menggunakan GPS dan GLONASS untuk mengetahui posisi penerbangan. Xiaomi juga membekali Mi Drone dengan sistem pemetaan visual di bagian bawah. Sistem tersebut memungkinkan drone tetap stabil meskipun terbang rendah di lokasi yang tak mendapat sinyal satelit.

Dalam paket standar yang diberikan, Mi Drone juga memiliki mode penerbangan otomatis, mulai dari penerbangan, pendaratan, kembali ke rumah, waypoint navigation, dan orbit. Mi Drone juga memiliki kemampuan untuk membuat geofence yang membatasi pergerakannya.

Xiaomi menuturkan, drone dengan kemampuan video 1080 akan menjadi bagian dari aplikasi Mi Home yang mulai diperkenalkan pada 26 Mei 2016.

Sementara, drone berkemampuan 4K akan tersedia untuk kebutuhan uji coba melalui program open beta pada akhir Juli 2016.

Inilah Drone Buatan LAPAN Untuk Awasi Pencuri Ikan

Drone Buatan Lapan

Drone Buatan LapanPesawat nirawak atau lebih dikenal drone kini menjadi salah satu fenomena menarik di dunia penerbangan. Hal itu disebabkan teknologi dan pemanfaatan drone sebenarnya cukup luas.

Selain digunakan untuk kebutuhan mengambil gambar dari udara, drone juga dapat dimanfaatkan di bidang pertahanan. Salah satunya untuk memantau garis pantai, pencurian ikan, kebencanaan, hingga dijadikan senjata mutakhir di dunia militer.

Atas dasar itu, Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN akhirnya ikut terjun dalam pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Gunawan Setyo Prabowo menuturkan, pengembangan UAV dapat digunakan sebagai media pemantauan.

“Kemampuan UAV sebagai alat pemantau sangat berguna bagi LAPAN untuk mendukung fungsi remote sensing yang sudah cukup menonjol di LAPAN,” ujar Gunawan.

Salah satu bidang yang saat ini juga menjadi perhatian banyak pihak adalah masalah kemaritiman. Sejak pemerintahan Joko Widodo dimulai, pemerintah menggagas sebuah program Poros Maritim untuk memperkuat kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia.

Sejalan dengan gagasan tersebut, LAPAN pun ikut serta memperkuat program kemaritiman lewat drone buatannya yang diberi nama LAPAN Surveillance UAV (LSU).

Melalui program bernama Maritime Surveillance System, semua seri LSU buatan LAPAN akan digabung ke dalam sistem pemantauan selat dan kelautan, dan salah satunya adalah pengawasan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Drone Buatan LapanPesawat nirawak ini dilengkapi dengan sistem pengintai dan monitoring, sehingga bisa mengirimkan gambar kapal-kapal yang melakukan pencurian melalui radar. Nantinya, gambar-gambar tersebut dapat menjadi bukti kuat praktik pencurian ikan.

“Sayangnya penindakan secara hukum (berlangsung) lama. Padahal sudah ada bukti kuat gambar-gambar yang dikirim lewat pesawat LSU ini tentang aksi pencurian kapal,” kata Gunawan.

Selain LSU, LAPAN juga mengembangkan pesawat serupa bernama Lapan Surveillance Aircraft (LSA). Sedikit berbeda dengan LSU, pesawat ini memiliki kemampuan pengambilan gambar lebih baik.

LSA memiliki kemampuan mengambil gambar dengan jarak sekitar 1.000 sampai 2.000 meter. Perolehan gambar yang diterima LSA juga lebih lengkap mulai dari aktivitas pencurian, nama kapal, nomor seri, hingga bendera kapal.

Gunawan menceritakan, saat ini sudah ada lima seri LSU yang dikembangkan LAPAN. Sementara, sudah ada tiga LSU–LSU 01,02, dan 03–yang sudah mulai difungsikan. Tak hanya berfungsi sebagai pemantau, masing-masing LSU tersebut juga digunakan untuk pemetaan resolusi tinggi, kebencanaan, termasuk pelatihan militer.

Tiap LSU juga memiliki spesifikasi berbeda-beda. Pesawat LSU 02 yang sebelumnya terbang 3,5 jam kini meningkat menjadi 5,5 jam. Sementara LSU 03 yang semula mampu terbang selama 4 jam, dapat ditingkatkan menjadi 6 jam.

“Tahun ini LSU 02 dan 03 akan disertifikasi untuk memenuhi Permenhub yang baru terkait UAV. Selain itu, juga untuk memenuhi aplikasi yang lebih luas,” tutur Gunawan menanggapi pemanfaatan dari masing-masing LSU.

Bahkan, Gunawan menuturkan LSU 03 sudah didaftarkan sebagai paten dalam bentuk Desain Industri. Hal itu dilakukan karena LSU 03 dengan varian LSU New Generation (NG) sudah mulai diproduksi massal oleh UKM dalam program Hilirisasi.

“Selain itu, LSU 03 NG juga akan dioperasikan oleh Direktorat Topografi Tentara Nasional Indonesia (Dittop) Angkatan Darat untuk dipakai menjadi wahana patroli perbatasan di Kalimantan,” kata Gunawan.

Gunawan juga mengungkapkan seluruh LSU yang dikembangkan LAPAN berasal dari komponen dalam negeri. Ia mengatakan pembuatan masing-masing tipe dari LSU membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun.

“Pekerjaan itu dimulai dari conceptual design sampai first flight,” ujar pria yang menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada ini. Disinggung mengenai kendala selama pengembangan, Gunawan mengakui kekurangan alokasi perlindungan dan lokasi aman untuk melakukan uji terbang.

“Salah satu kendala lain yang masih dapat diatasi adalah kendala terbatasnya komponen, khususnya komponen RF yang memiliki standar dan kemampuan tinggi,” kata Gunawan.

Meski demikian, LSU memiliki beberapa kelebihan lain. Salah satunya pesawat nirawak ini sangat ringan karena terbuat dari komposit berkualitas tinggi yakni sekitar 12 kg. Sebelumnya, LAPAN hanya berhasil membuat pesawat dengan bahan komposit lebih berat yakni 24 kg.

Tak hanya itu, pemakaian bahan bakar dari masing-masing LSU juga tidak banyak. Untuk menempuh jarak 10 km, LSU hanya membutuhkan 12 liter bahan bakar.

sumber: liputan6.com

Mau Beli Drone ? Inilah 8 Drone Murah dan Terbaik

Parrot Bebop

Tren drone semakin hari semakin populer. Begitu populernya, Menteri Perhubungan kita menerbitkan peraturan terkait di mana saja kita boleh menerbangkan drone.

Meski demikian, masih ada cukup banyak orang yang belum ‘teracuni’ tren drone. Alasan yang paling umum biasanya seputar harga, dimana mayoritas drone yang populer masih dibanderol di atas 10 juta rupiah.

Tentunya tidak semua drone harus ditebus dengan harga yang mahal, banyak juga yang dijual sangat murah. Dari sekian banyak drone harga murah yang ada di pasaran, mana yang sebaiknya Anda beli? Berikut adalah 8 drone murah terbaik versi TRL, dengan rentang harga dari 1 hingga 10 juta rupiah.

1. Hubsan X4

hubsan-x4Drone yang satu ini memiliki ukuran sebesar kepalan tangan, akan tetapi ia masih bisa melangsungkan manuver akrobatik 360 derajat serta dibekali gyroscope 6-axis untuk membantu meningkatkan stabilitas saat diterbangkan. Waktu terbangnya sendiri berkisar 7 menit sekali charge. Sebuah kamera 0,3 megapixel turut hadir sehingga Anda sesekali bisa memotret atau merekam video. Pilihan tepat buat para pemula.

Harga Rp.785.650,- Beli, Klik disini

2. Syma X5C Explorer

Syma X5C ExplorerSama-sama ditujukan untuk para pemula seperti Hubsan X4, drone ini juga memiliki gyroscope 6-axis. Setiap baling-balingnya dilengkapi pelindung, sedangkan kameranya mempunyai resolusi 2 megapixel. Karena ukurannya lebih besar, maka baterai yang dimiliki pun juga lebih besar; waktu terbangnya berkisar 12 menit sekali charge. Dibanding Hubsan X4, controller-nya mempunyai fungsi lebih komplet.

Harga Rp.699.000,- Beli, Klik disini

3. Blade Nano QX

Blade Nano QXDrone ini benar-benar ditujukan buat pengguna yang ingin menguasai teknik bermanuver tanpa memusingkan soal perekaman foto atau video; sama sekali tidak ada kamera maupun gimbal di bodinya. Ada dua mode penerbangan yang menjadi andalannya: Stability dan Agility, masing-masing disesuaikan dengan tingkat penguasaan maupun kebutuhan pengguna. Ukurannya yang amat kecil menjadikannya ideal dipakai di dalam ruangan.

4. Parrot AR Drone 2.0 Elite Edition

Parrot AR Drone 2.0 Elite EditionSalah satu pelopor tren drone, Parrot AR Drone 2.0 Elite Edition adalah salah satu yang paling tahan banting di kelasnya. Ia bisa merekam video 720p, lalu langsung diteruskan ke smartphone atau tablet via Wi-Fi. Ia pun bisa dikontrol menggunakan smartphone, lengkap dengan fitur “Return Home” sehingga ia dapat kembali ke titik awal secara otomatis.

Harga Rp.5.100.000,- Beli, Klik disini

5. Parrot Bebop

Parrot BebopBebop adalah penerus AR Drone 2.0 dengan desain baru yang lebih keren dan ringkas. Ia ditenagai oleh prosesor yang lebih kencang 8 kali lipat ketimbang AR Drone 2.0, dan kameranya siap merekam video 1080p 30 fps serta foto 14 megapixel dalam sudut pandang 180 derajat yang sangat lebar, lengkap dengan stabilizer digital 3-axis. Sudah menjadi ciri khas Parrot, drone ini bisa Anda kontrol menggunakan smartphone atau tablet.

Harga Rp.7.400.000,- Beli, Klik disini

6. 3DRobotics IRIS+

3DRobotics IRIS+Kalau Anda mengincar drone yang bisa terbang sendirinya, IRIS+ adalah salah satu kandidat kuat. Ia bisa mengikuti siapapun yang memegang controller-nya, termasuk yang memakai smartphone atau tablet. Waktu terbangnya berkisar 16 – 22 menit sekali charge, dan ia bisa mendarat sendiri ketika daya baterainya kritis. Satu-satunya kekurangan: Anda harus menyiapkan sendiri action cam GoPro kalau mau merekam video atau mengambil foto dengannya.

7. Ghost Drone Aerial

Ghost Drone AerialDrone ini merupakan pendatang baru yang lahir lewat kampanye crowdfunding. Ia dilengkapi gimbal untuk mengakomodasi kamera GoPro (sediakan sendiri), dan pengendaliannya bisa dilakukan lewat smartphone. Yang menarik, Anda bisa menggerakkan drone ini hanya dengan memiring-miringkan smartphone Anda, atau Anda juga bisa menetapkan rute terbangnya via aplikasi smartphone.

Harga Rp.11.700.000,- Beli, Klik disini

8. DJI Phantom 2 + H4-3D

DJI Phantom 2 + H4-3DSaya yakin Anda semua sudah kenal dengan drone yang satu ini. Versi barunya memang sudah keluar, tapi harganya sedikit ‘ugal-ugalan’. Kalau Anda punya GoPro menganggur, Anda bisa menggaet DJI Phantom 2 dengan gimbal H4-3D atau H3-3D ini (tergantung tipe GoPro yang Anda punya, Hero4 atau Hero3).

Kelebihannya dibanding yang lain? Stabilitas saat terbang serta gimbal yang sangat efektif meredam guncangan. Baterainya pun bisa bertahan hingga 25 menit nonstop. Sayang sekali stoknya di Indonesia sudah sangat menipis.

Harga Rp.8.499.000,- Beli, Klik disini

sumber: dailysocial.id

Inilah Drone Yang Bisa Membawa Penumpang

Drone EHang 184

Drone EHang 184Satu lagi teknologi menarik dipamerkan dalam gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2016. Kali ini, giliran perusahan drone asal Tiongkok, EHang, yang menampilkan teknologi terbaru buatannya.

Dalam gelaran yang diadakan di Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat tersebut, EHang memamerkan pengembangan teknologi terbarunya di bidang pesawat nirawak. Perusahaan itu menampilkan drone pertama yang mampu mengangkut manusia.

Mengutip informasi dari laman Tech Crunch, drone bernama lengkap EHang 184 itu disebut mampu mengangkut beban sampai dengan 440 pon atau sekitar 199 kg. Tak hanya itu, drone ini juga sanggup membawa seorang penumpang selama 23 menit dengan kecepatan 60 mph.

Nantinya, EHang 184 bisa dijalankan secara otomatis. Hal ini membuat penumpang di dalamnya tidak akan memiliki kontrol terhadap drone tersebut. Untuk itu, nantinya lokasi tujuan pengguna harus dipilih di awal perjalanan menggunakan sebuah aplikasi khusus.

Aplikasi tersebut juga dapat mengatur keadaan di dalam EHang 184 mulai dari kecerahan, suhu AC, dan pengaturan lainnya. Setelah itu, pengguna cukup duduk manis di dalam drone untuk dapat sampai ke lokasi tujuan.

Mengingat drone ini dijalankan secara otomatis, EHang juga sudah mempersiapkan pesawat niawak ini dengan teknologi yang lebih aman. Salah satunya adalah dengan meniadakan kemungkinan terjadi human error yang sering disebut sebagai ancaman berbahaya dari transportasi.

Hal ini menujukkan bahwa penumpang di dalam EHang 184 juga tidak dapat berbuat apapun ketika ada hal yang tidak beres. Namun, perusahaan menuturkan bahwa sistem keamanan EHang 184 telah dibekali beberapa sistem cadangan.

Nantinya, sistem cadangan itu akan digunakan untuk tiap-tiap sistem penerbangan. Salah satunya adalah fitur pendaratan darurat ketika nyawa penumpang terancam.

Sayangnya, dalam waktu dekat EHang 184 belum akan tersedia secara umum mengingat regulasi dan teknologi yang digunakan.

Akan tetapi, jika nanti EHang 184 akan diproduksi massal, bukan tidak mungkin akan mampu menjadi sarana transportasi alternatif yang sangat berguna.

sumber: liputan6.com

Inilah Tips Bagi yang Ingin Memulai Bermain Drone

drone terkecil di dunia

drone terkecil di duniaBagi kamu yang telanjur kecanduan bermain drone, sensasi seru tatkala mengendalikan pesawat nirawak (tanpa awak) ini sangat menakjubkan. Berbeda seperti bermain remote control, kamu harus konsentrasi seutuhnya saat menerbangkan drone. Bagi pemula, kamu bisa mempelajari tips keren menerbangkan drone.

Kamu harus pandai menjaga konsentrasi dan mengendalikan arah terbang drone. Selain itu, kamu juga dituntut belajar merekam gambar dan video melalui mata kameranya. Kamu tidak hanya merasa keasyikan bermanuver di udara, tapi melatih diri memeroleh gambar dan video terbaik.

1. Lakukan Riset Sebelum Membeli
Sebelum kamu pergi ke toko atau mencari drone di toko online (online shop). Sebaiknya, lakukan riset terlebih dahulu dari berbagai sumber di dunia maya. Artikel pembahasan singkat mengenai tipe dan merek drone banyak ditulis oleh pakarnya, baik dari Indonesia maupun internasional.

Hindari membeli drone dengan tergesa-gesa dan sembarangan. Kamu lebih baik fokus dahulu dengan riset daripada telanjur membeli unit drone yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Bila salah memilih tipe ataupun merek drone yang diinginkan, kamu dijamin bakal galau. Hal ini dikarenakan harga drone tergolong menguras saldo tabungan kamu.

2. Gabung di Grup Komunitas Drone Indonesia
Jika pikiran kamu sudah buntu dan bingung memilih drone. Kamu bisa bergabung ke grup komunitas hobi drone yang sangat mudah ditemukan di media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Di grup, kamu bisa mampir dan meminta saran dari para penggiat yang lebih dahulu kecemplung dalam dunia drone.

Sambil mengumpulkan saran yang kredibel dari penggiat drone, grup tersebut bakal bermanfaat untuk kamu menjalin silaturahim antar sesama pencinta drone. Tak perlu khawatir dan canggung, orang-orang yang hobi bermain pesawat nirawak ini menyambut baik anggota baru.

Mereka tak segan ‘meracuni’ kamu agar membeli drone sekelas profesional yang harganya membuat geleng-geleng mesin ATM . But it’s just for fun!

Harga drone, mulai dari ratusan ribu sampai dengan puluhan juta, klik disini

sumber: liputan6.com